Jadi yang menjadi prioritas utama yang
didukung adalah industri atau kegiatan-kegiatan ekonomi skala besar, investasi
besar, padat modal. Kegiatan ekonomi yang hanya bisa dilakukan oleh pengusaha
yang punya modal. Petani dan orang desa tidak bisa melakukannya.
Ada juga dogma yang berjangkit di
masyarakat bahwa hanya mereka yang berbakat bisnis yang bisa. Itu juga kemudian
yang berkembang sehingga petani orang desa tidak bisa dipercaya dan dianggap
tidak mampu untuk menjalankan atau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan
ekonomi, usaha-usaha produktif untuk meningkatkan derajat ekonomi mereka diluar
budidaya. Tapi benarkah demikian?
Untuk menangkal watak ‘jahat’ sistem
ekonomi yang ada sekarang serta efek buruknya, diperlukan sistem ekonomi
alternative, ekonomi yang berbeda.
Istilah ekonomi desa digunakan dalam konteks ekonomi kerakyatan yang di
dalamnya mencakup dimensi ekonomi perkotaan, pedagang-pedagang dan usaha-usaha
kecil di perkotaan, usaha-usaha kecil marjinal yang justeru lebih keras
tantangannya berhadapan dengan sistem ekonomi pasar modal/uang raksasa. namun
dalam konteks tulisan ini fokusnya pada
desa dan petani.
Sebenarnya teorinya sederhana, yakni: kembalikan semua penguasaan dan pengelolaan
sumberdaya-sumberdaya ekonomi ke warga desa & petani.
Bukan ekonomi pasar atau kewirahusahaan
individualis dimana sumberdaya ekonomi hanya dikuasai segelintir pengusaha,
perusahaan dan pemilik modal. Asas dan prinsipnya persis sama dengan koperasi. Berasas dan berprinsip kekeluargaan. Tujuan
utamanya adalah mensejahterakan rakyat.
Perbedaan
Ekonomi desa dengan Ekonomi Konvensional
|
CIRI
|
Ekonomi Desa
|
Ekonomi Konvensional
|
|
Siapa yang punya?
|
Sekumpulan orang (anggota)
|
Pemilik modal, investor
|
|
Asas Pendiriannya?
|
Kekeluargaan/kebersamaan
|
Individualisme
|
|
Kenapa didirikan?
|
Karena ada kesamaan kebutuhan dan kepentingan ekonomi
|
Berdasarkan kepentingan pemilik modal
|
|
Yang mendirikan?
|
Didirikan dan dijalankan bersama-sama
|
Individu-individu atau investor yang memiliki modal dan
kepentingan ekonomi
|
|
Untuk apa didirikan?
|
Untuk menigkatkan
pendapatan anggotanya
|
Untuk keuntungan
perusahaan/pemilik modal yang sebesar-besarnya.
|
|
Untungnya untuk siapa?
|
Pelayanan dan keuntungan untuk anggota
|
Pelayanan untuk pasar,
keuntungan untuk pemilik modal
|
Kerja sama menjadi modal utama sistem
ekonomi desa. Kerja sama antar para anggota berasas kekeluargaan dan
kebersamaan. Dengan asas tersebut keuntungan dan resiko usaha dinikmati dan
ditanggung bersama. Dengan asas itu
juga skala usaha bisa diperbesar sementara biaya-biaya dan resiko bisa ditekan.
Misalnya pemasaran bersama yang dikelola
oleh kelompok. Dengan pemasaran bersama akses ke pasar jauh lebih besar
sementara biaya-biaya bisa jauh lebih kecil per unitnya. Selain itu, pasar
usaha berbasis ekonomi desa ruangnya cukup besar atau bisa dikatakan nyaris
sudah pasti ada, kerena usaha berbasis ekonomi desa anggotanya selain pemilik
usaha juga sekaligus sebagai pelanggan, pembeli produk atau pengguna layanan.
Karena kebutuhan dan kepentingan
ekonomi yang sama sebagai dasar usaha berbasis ekonomi desa; maka tujuan utamanya adalah memberi manfaat
ekonomi dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya. Bagaimana
menambah nilai tambah produk anggotanya, kalau anggotanya petani, bagaimana
menambah nilai tambah produk pertanian yang dihasilkan oleh anggotanya, dengan
mengusahakan komoditas-komoditas pertanian sampai ke produk akhir, tidak hanya
menjualnya sebagai bahan baku. Sebagai contoh pisang, manfaat ekonomi akan
dinikmati jauh lebih besar kalau diolah sampai menjadi produk, misalnya keripik
pisang, ketimbang menjualnya hanya dalam bentuk pisang mentah. Dengan
mengusahakan sampai ke produk akhir, juga perlahan-lahan akan menggeser
industri-industri dan kegiatan-kegiatan ekonomi produktif dari kota ke desa,
namun tentu saja tetap dalam prinsip usaha berbasis ekonomi desa.
Namun
tentu saja usaha berbasis ekonomi desa tetap harus dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip
ekonomi dimana terdapat pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya. Namun pada
prinsipnya anggota tetap menjadi prioritas utama. Memenuhi kebutuhan anggota,
meningkatkan kesejahteraan anggota [Karno B Batiran].
Jika
ini yang terbaik bagi desa, maka Desa Soga akan menuju kesana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar